You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Puskesmas tanahabang jati 2
photo Nugroho Sejati - Beritajakarta.id

DPRD DKI Tegaskan Penundaan Anggaran BPJS Tak Kurangi Layanan Warga

Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin menegaskan, penundaan sebagian anggaran BPJS tidak akan mengurangi pelayanan kesehatan bagi warga Jakarta. Penyesuaian tersebut merupakan bagian dari proses penganggaran dan tidak berarti pengurangan hak peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS.

"Jadi tidak ada pergeseran,"

"Sebetulnya bukan pengurangan, tetapi penundaan. Penundaan anggaran itu tidak mengurangi pelayanan BPJS," ujar Suhud ,usai rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Jumat (4/9).

Suhud menjelaskan, rapat Banggar bersama TAPD hanya mempertegas hasil pembahasan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026 yang telah disepakati sebelumnya. Tidak ada perubahan maupun pergeseran kegiatan dan angka anggaran dalam rapat tersebut.

Perluas Layanan Kesehatan, Pramono Resmikan RS Tria Dipa

"Jadi tidak ada pergeseran kegiatan maupun jumlah angka dalam rapat hari ini," katanya.

Meski demikian, DPRD meminta Pemprov DKI Jakarta memastikan penyesuaian anggaran BPJS tidak berdampak terhadap pelayanan maupun kepesertaan warga yang masih membutuhkan jaminan kesehatan.

Suhud juga menekankan pentingnya proses verifikasi dan cleansing data penerima BPJS dilakukan secara cermat dan tepat sasaran. Ia mengingatkan agar proses tersebut tidak sampai mencoret warga yang masih membutuhkan jaminan kesehatan.

Sebaliknya, warga yang sudah tidak memenuhi kriteria diharapkan dapat disaring melalui mekanisme verifikasi yang akurat. Menurut Suhud, ketepatan cleansing data penting untuk mencegah keresahan apabila ada warga yang tiba-tiba kehilangan kepesertaan BPJS.

"Jangan sampai proses cleansing data itu mengenai warga yang memang membutuhkan. Kita berharap warga yang tidak berhak mendapatkan BPJS bisa disortir," tegasnya.

Suhud menambahkan, pihak eksekutif telah memastikan penyesuaian anggaran dan proses verifikasi data tidak akan menghilangkan hak warga yang memang membutuhkan jaminan kesehatan.

"Dan tadi sudah disampaikan oleh eksekutif bahwa mereka memastikan bahwa itu tidak akan terjadi. Mudah-mudahan, kita berharap seperti itu," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Aksi Humanis Petugas Transjakarta Bantu Lansia Tuai Apresiasi

    access_time15-10-2026 remove_red_eye14403 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

    access_time16-10-2026 remove_red_eye3454 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Satpol PP Ungkap Kronologi Penyerangan Anggota Usai Penertiban di Kebayoran Baru

    access_time12-10-2026 remove_red_eye2169 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Hattrick, Transjakarta Pertahankan Predikat Terbaik Pertama Pengelolaan Arsip

    access_time15-10-2026 remove_red_eye1855 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Pembangunan SPBU di Tiga Pulau Ditarget Segera Terealisasi

    access_time15-10-2026 remove_red_eye1089 personAnita Karyati